ZEN SERU! Gemuruh tepuk tangan dan sorak-sorai ribuan peserta memecah keheningan Gelanggang Olahraga (GOR) David-Toni, Limboto, Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/06/2026).
Momen hangat tersebut tercipta saat Presiden Prabowo Subianto sandingkan dua sosok pemimpin perempuan luar biasa di atas panggung Puncak Acara Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan KTNA XVII. Mereka adalah Wakil Gubernur Gorontalo, Ida Syahidah R. Habibie, dan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos.
Kehadiran dua srikandi ini langsung mencuri perhatian dan menjadi magnet tersendiri di tengah perhelatan akbar nasional tersebut.
Panggung PENAS KTNA kali ini tidak hanya menjadi pesta bagi para petani dan nelayan, tetapi juga menjadi panggung pembuktian bagi kepemimpinan perempuan di Indonesia Timur.
Ida Syahidah dan Sherly Tjoanda menampilkan potret kepemimpinan yang saling melengkapi, menjadi inspirasi sekaligus corong baru bagi pergerakan gender di tanah air.
Sherly Tjoanda Laos, Gubernur Maluku Utara. Ia dikenal dengan gayanya yang lugas, tegas, dan tanpa kompromi. Kepemimpinannya yang nggak neko-neko dalam birokrasi, membuktikan bahwa perempuan mampu memimpin wilayah kepulauan dengan nyali dan ketegasan yang kuat.
Ida Syahidah R. Habibie, Wakil Gubernur Gorontalo. Ia menjadi representasi pemimpin yang mengayomi dengan hati. Karakter gigih yang dibalut kelembutan, keramahan, serta kedekatan emosionalnya yang tulus membuat figur Ida begitu dicintai masyarakat Gorontalo.
Apresiasi khusus yang diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto di depan seluruh delegasi tani dan nelayan se-Indonesia, mempertegas posisi keduanya di hati masyarakatnya masing-masing.
Tepuk tangan riuh yang menyambut nama mereka juga menjadi bukti nyata bahwa publik menaruh rasa hormat yang tinggi atas dedikasi dua tokoh perempuan ini.
Melalui momentum PENAS KTNA XVII di bumi Gorontalo, Ida Syahidah dan Sherly Tjoanda telah mengirimkan pesan bahwa di tangan perempuan yang tepat, kepemimpinan bisa hadir dengan ketegasan yang dihormati sekaligus kelembutan yang dicintai.






