ZEN SERU! Di Lapangan 11 Maret, Kelurahan Buladu, Kecamatan Kota Barat, Senin (17/8/2026), setiap gerakan dalam upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI punya orang yang bertanggung jawab. Mulai dari perwira TNI yang mengatur jalannya prosesi sampai pelajar yang dipercaya mengemban tugas di barisan Paskibraka.
Dalam momen sakral ini, Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea bertindak sebagai inspektur upacara. Sementara sejumlah personel Kodim 1304/Gorontalo mendapat posisi penting dalam memastikan seluruh rangkaian berjalan sesuai skenario.
Di balik jalannya prosesi, ada Kapten Infanteri Dominikus Santiago Budiman yang dipercaya sebagai perwira upacara.
Dominikus lahir di Manado, 24 Januari 1969. Ia merupakan lulusan Sekolah Calon Perwira TNI Angkatan Darat tahun 2019 dan kini menjabat Danramil 03/Kota Barat Kodim 1304/Gorontalo.

Sementara komando langsung di lapangan berada di tangan Kapten Infanteri Kuslan Hilumalo sebagai komandan upacara.
Kuslan lahir di Gorontalo, 30 Juni 1970. Lulusan Sekolah Calon Perwira TNI Angkatan Darat tahun 2011 ini sekarang menjabat Danramil 01/Kota Utara Kodim 1304/Gorontalo.
Ada pula Pelda Haidir yang bertugas sebagai komandan Paskibraka. Pria kelahiran Tinombo, 22 April 1984, tersebut merupakan lulusan Bintara PK tahun 2005 dan kini menjabat Danposramil/Kota Selatan Kodim 1304/Gorontalo.
Tiga nama ini bisa dibilang menjadi bagian dari pengatur ritme upacara. Mereka memastikan setiap tahapan berjalan sebagaimana mestinya.
Nah, bagian yang nggak kalah menarik ada di Paskibraka.
Para pelajar Kota Gorontalo mendapat kepercayaan untuk menjalankan tugas yang mungkin terlihat sederhana, tetapi menuntut konsentrasi tinggi. Salah langkah sedikit saja bisa langsung jadi perhatian seluruh peserta upacara.
Sebagai Danpok 17, ada Nafthali Hilary Berlian Sukianto, kelahiran Tomohon, 5 Desember 2009, yang merupakan siswa SMA Negeri 1 Gorontalo.
Kemudian Fadhil Risqi Halid, kelahiran Gorontalo, 3 Agustus 2010, dipercaya sebagai Danpok 8. Ia merupakan siswa MAN 1 Kota Gorontalo.
Untuk posisi yang paling mencuri perhatian saat pengibaran bendera, yakni pembawa baki, tugas tersebut dipercayakan kepada Kaylayesha Tristania Lahay.
Kaylayesha lahir di Gorontalo, 21 Mei 2010, dan merupakan siswi SMA Negeri 3 Gorontalo.
Sementara tugas pembentang dijalankan Yusuf Ahmad Hibatullah, kelahiran Gorontalo, 16 September 2010, dari SMA Negeri 3 Gorontalo.
Posisi pengerek dipercayakan kepada Nauval Azka Abubakar, kelahiran Gorontalo, 3 Mei 2010, yang juga merupakan siswa SMA Negeri 3 Gorontalo.
Bukan cuma mereka. Tiga pelajar lainnya bertugas sebagai seprihan, yakni:
- Zia Zahratusitha Lumbeyahu, kelahiran Gorontalo, 21 Februari 2010, SMA Negeri 3 Gorontalo.
- Nadine Abas, kelahiran Gorontalo, 29 Desember 2009, SMA Negeri 3 Gorontalo.
- Kayla Livya Kasey, kelahiran Gorontalo, 23 November 2010 — SMA Negeri 3 Gorontalo.
Suasana upacara juga diperkuat Korsik (marching band) yang ditampilkan begitu sempurna oleh Satpol PP kota Gorontalo, sementara SMP Negeri 4 dan SMP Negeri 10 Kota Gorontalo dipercayakan untuk mengisi bagian paduan suara.






