‎Kecamatan Hulonthalangi Jadi yang Pertama: Kawal Seluruh Warga Pekerja Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

‎‎ZEN SERU! Ada gebrakan baru dari Kecamatan Hulonthalangi. Bukan soal administrasi atau pelayanan publik biasa, tapi soal gimana caranya makin banyak pekerja, terutama yang kerja mandiri alias informal punya perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan.‎‎

Kecamatan Hulonthalangi resmi jadi kecamatan pertama di Kota Gorontalo yang ngebentuk Agen Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (Perisai) sampai ke tingkat kelurahan.

‎‎Konsepnya simpel: petugas nggak nunggu masyarakat datang, tapi justru turun langsung buat ngajak warga daftar BPJS Ketenagakerjaan.‎‎

Program ini dibahas dalam rapat koordinasi bersama lima kelurahan di Aula Kantor Kelurahan Tenda, Kamis (9/7/2026). Hadir juga Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Gorontalo, Sanco Simanullang, Kepala Bidang Kepesertaan Fajar Lanang Utomo, dan Account Representative Khusus Fery A.B. Siahaan.‎‎

Menurut Sanco, langkah Hulonthalangi ini bisa jadi contoh buat kecamatan lain di Kota Gorontalo.‎‎‎

“Kami berharap langkah yang dimulai dari Hulonthalangi ini bisa jadi referensi bagi kecamatan lain. Semakin banyak Agen Perisai yang aktif, target Universal Coverage Jamsostek di Kota Gorontalo juga bakal lebih cepat tercapai,” katanya.

Kenapa Program Ini Penting?‎‎

Faktanya, masih banyak pekerja informal yang belum punya perlindungan jaminan sosial. Padahal mereka juga punya risiko kerja yang sama besarnya.‎‎

Mulai dari pedagang, nelayan, petani, pelaku UMKM, ojek, pengemudi bentor sampai pekerja mandiri lainnya bakal jadi sasaran utama program ini.‎‎

Nah, Lewat Agen Perisai ini, masyarakat nggak cuma dikasih sosialisasi. Mereka juga bakal dibantu mulai dari pendataan sampai proses daftar BPJS Ketenagakerjaan. Jadi semuanya dibuat lebih gampang dan lebih dekat dengan warga.

‎‎Semua Kelurahan Bergerak Minggu Depan

‎‎Camat Hulonthalangi, Ramli A. Taliki, bilang pembentukan Agen Perisai ini bukan sekadar seremoni.‎‎Ia nargetin seluruh Agen Perisai di lima kelurahan se-Kecamatan Hulonthalangi udah terbentuk paling lambat Senin depan. ‎‎

“Setelah itu, para agen langsung turun ke lapangan buat edukasi warga, mendata calon peserta, hingga mendampingi proses pendaftaran peserta,” jelas Ramli.‎‎

Menurutnya, langkah ini merupakan tindak lanjut dari Bimbingan Teknis Universal Coverage Jamsostek yang sebelumnya digelar Pemerintah Kota Gorontalo beberapa waktu lalu.

‎‎”Program ini sejalan dengan visi pembangunan Wali Kota Gorontalo, “Torang Bekeng Bae“, yang salah satu fokusnya adalah memastikan makin banyak pekerja mendapat perlindungan sosial,” ujar Ramli.‎‎

Kalau model yang diterapkan Hulonthalangi ini berhasil, bukan nggak mungkin kecamatan lain bakal ikut menerapkan pola yang sama. ‎‎

Artinya, semakin banyak pekerja di Kota Gorontalo yang punya perlindungan saat mengalami risiko kerja, tanpa harus nunggu mereka datang sendiri untuk mendaftar.‎‎

Folow & Simak Podcast Kami di Spotify

Share this news

Related Posts

‎Tersisa 4 Tahun, Apakah Ambisi Besar Pemda Kota Gorontalo Bersama Bappenas Bakal Tercapai?

OPINI | ZEN SERU, Coba bayangin. Tahun 2030 tinggal hitungan beberapa tahun lagi. Sementara di seluruh dunia, termasuk Indonesia, ada satu target besar yang lagi dikejar bersama: menciptakan pembangunan yang…

Share this news

‎Volume Sampah Kota Gorontalo Meningkat, Wawali Indra Malah Bilang Begini!‎‎

ZEN SERU, Kalo ngomongin SDGs atau Sustainable Development Goals, banyak orang langsung mikir, “Wah, ini pasti bahasan pejabat dan akademisi yang ribet.” Tapi, Wakil Wali Kota Gorontalo Indra Gobel punya…

Share this news

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *