ZEN SERU! Pemerintah Kota Gorontalo memastikan stok Pertalite masih tersedia dan tidak ada kebijakan pembatasan distribusi seperti isu yang ramai beredar.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Gorontalo, Dandi Datau, bahkan menyebut isu kelangkaan BBM dan pembatasan Pertalite sebagai informasi yang tidak benar alias hoaks.
Kepastian itu disampaikan setelah Kesbangpol turun langsung mengecek kondisi di depo Pertamina dan sejumlah SPBU di Kota Gorontalo.
Langkah tersebut dilakukan setelah pemerintah menerima laporan warga terkait antrean panjang yang disebut-sebut terjadi karena Pertalite mulai langka dan pembeliannya bakal dibatasi.

“Setelah menerima laporan informasi dari masyarakat terkait isu kelangkaan BBM dan pembatasan distribusi BBM Pertalite sehingga menyebabkan antrean di beberapa SPBU yang ada di Kota Gorontalo, kami dari Kesbangpol turun ke lapangan untuk pengecekan,” ujar Dandi.
Terus, kenapa antreannya bisa panjang?
Nah, di sinilah masalahnya. Menurut Dandi, antrean tersebut bukan karena stok BBM menipis, melainkan dipicu panic buying.
“Dari hasil penelusuran kami di lapangan, terjadi istilahnya panic buying masyarakat akibat informasi yang mereka terima akan ada pembatasan pembelian Pertalite, sehingga mereka berbondong-bondong untuk melakukan pembelian secara berlebihan,” kata Dandi.
Fenomena inilah yang kemudian menciptakan antrean panjang di sejumlah SPBU. Dari luar, pemandangan tersebut orang menyimpulkan Pertalite mulai langka.
Padahal, hasil pengecekan Kesbangpol menunjukkan pasokan BBM di Kota Gorontalo masih tersedia. Tidak ditemukan pula kebijakan pembatasan distribusi Pertalite seperti yang ramai diperbincangkan.
Dandi juga menegaskan, sampai saat ini belum ada informasi maupun perintah dari pemerintah pusat terkait pembatasan BBM jenis Pertalite.
“Adapun kebenaran terkait isu tersebut, sampai dengan saat ini pemerintah pusat belum memberikan informasi ataupun memberikan perintah untuk pembatasan BBM jenis Pertalite,” pungkasnya.






