‎Libur Panjang Ramadhan, Santri Al-Falah Gelar Safari Dakwah di Daerah Asal Masing-masing‎‎

Zen Seru! Kalau kamu pikir libur 45 hari itu waktunya rebahan, santri Pondok Pesantren Al-Falah justru ambil jalan beda. Momentum Ramadhan bukan buat santai, tapi jadi ladang dakwah. ‎‎

Safari dakwah selama Ramadhan jadi bukti kalo santri Al-Falah nggak cuma jago teori di kelas, tapi juga hebat di lapangan.

‎Di bawah program pengabdian berbasis dakwah, para santri Al-Falah diwajibkan tetap aktif selama masa libur panjang. Konsepnya jelas: ilmu yang dipelajari di pondok harus diuji langsung di lapangan.‎‎

BACA JUGA: ‎Meski Kalah Saing Dengan Marketplace, Walikota Tetap Gelar Pasar Senggol

Salah satu contohnya adalah Muhamad Fajar Abdillah, santri MTs Al-Falah. Rabu malam (25/02/26), Fajar tampil percaya diri di hadapan jamaah Masjid An-Nur Hepuhulawa, Limboto.‎‎

Dalam ceramahnya, Fajar mengangkat tema keutamaan Ramadhan, terutama soal Lailatul Qadar, malam yang disebut lebih baik dari seribu bulan.

‎‎“Ramadhan adalah bulan penuh ampunan dan rahmat. Setiap amal ibadah dilipatgandakan pahalanya. Bahkan terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan, yakni Lailatul Qadar,” tegas Fajar di hadapan jamaah.‎‎

Ia juga mengingatkan bahwa Lailatul Qadar bukan cuma cerita historis turunnya Al-Qur’an, tapi momentum spiritual yang harus “di-hidupkan” dengan ibadah maksimal di sepuluh malam terakhir.‎‎

“Siapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan iman dan penuh pengharapan, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. Karena itu, jangan sampai kita melewatkan Ramadhan tanpa peningkatan kualitas ibadah,” lanjutnya.‎‎

BACA JUGA: Respon Soal Keluhan Sampah, Walikota: Petugas Sudah Kerja Maksimal

Ini bukan cuma soal isi ceramah, tapi juga soal keberanian tampil dan kemampuan retorika.‎‎

Disisi lain, Ustadz Brama S. Kumbara Kau, pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah, menuturkan bahwa pola pembelajaran berbasis dakwah ini memang dirancang pontren untuk membentuk santri agar siap terjun ke masyarakat.‎‎

“Dengan terjun langsung ke masjid-masjid dan komunitas asalnya, para santri dilatih membangun keberanian, retorika, serta sensitivitas sosial,” jelasnya.‎‎

Program ini juga jadi alat evaluasi. Santri diuji sejauh mana mereka paham materi keislaman dan mampu menyampaikannya secara sistematis, singkat, tapi tetap relate dengan kebutuhan jamaah.

‎‎Bagi santri pontren Al-Falah, Ramadhan bukan cuma soal ibadah personal, tapi tentang pembuktian dan momentum naik kelas, dari pelajar jadi penggerak.

Folow & Simak Podcast Kami di Spotify

Share this news

Related Posts

Wali Kota Gorontalo Rayakan Ultah Presiden Dengan Pesta Rakyat Dan Doa Lintas Agama

ZEN SERU! Kalo biasanya nih ya, ultah tokoh publik tuh cukup dirayain pakai ucapan di medsos atau sebar-sebar flyer ucapan selamat, beda nih ceritanya di Kota Gorontalo. Di kota Gorontalo,…

Share this news

Pakai Bus Buat Demo, Aparat Polda Samperin Rumah Kadishub

ZEN SERU! Ada kabar menarik lagi nih dibalik aksi solidaritas ribuan ASN dan masyarakat yang demo di Markas Polda Gorontalo, Rabu (14/10/2026). Gara-gara pake Bus pemerintah buat ke lokasi demo,…

Share this news