ZEN SERU — Walikota Gorontalo, Adhan Dambea, pasang target pertumbuhan ekonomi Kota Gorontalo di angka 5,8 sampai 5,9 persen pada 2027. Tapi yang bikin menarik, “pemain utama” buat ngejar target itu bukan proyek-proyek gede, melainkan UMKM.
Yup, usaha coffee shop, lapak kuliner, sampai Street Food disebut bakal jadi motor penggerak ekonomi kota Gorontalo di tahun-tahun mendatang.
Hal itu disampaikan Walikota Adhan saat rapat paripurna DPRD Kota Gorontalo terkait pembahasan KUA-PPAS APBD 2027, Senin (20/7/2026).
Nggak cuma ngomong doang, Pemkot juga nyiapin beberapa “senjata” buat ngeboost target itu. Mulai dari akses pembiayaan yang lebih luas, pendampingan usaha, sampai dorongan buat UMKM masuk ke ekosistem digital.
Artinya? Ke depan, pelaku usaha di Gorontalo dituntut nggak cuma jago jualan, tapi juga melek teknologi. Dari promosi di media sosial, pembayaran digital, sampai pengelolaan usaha berbasis aplikasi.
Menariknya lagi, angka ekonomi Gorontalo memang lagi nunjukkin tren positif. Data pemerintah nyebutin pertumbuhan ekonomi kota pada 2025 ada di angka 5,74 persen, naik cukup jauh dibanding 2024 yang masih 4,36 persen.
Sementara itu, angka kemiskinan juga ikut turun dari 5,74 persen jadi 5,31 persen. Tingkat pengangguran terbuka pun berada di angka 3,79 persen.
Nah, buat 2027, Pemkot nggak cuma pasang target pertumbuhan ekonomi. Ada juga sederet PR lain yang pengen dicapai, diantaranya:
- Pertumbuhan ekonomi: 5,8–5,9 persen
- Inflasi: 2,1 persenPengangguran terbuka: 3,74 persen
- Angka kemiskinan: 5,22 persenRasio gini: 0,393IPM: 80,45
Di sisi lain, Adhan juga pengen ngelahirin pusat-pusat ekonomi baru di berbagai sudut Kota Gorontalo. Jadi, aktivitas ekonomi nggak cuma numpuk di satu kawasan aja.
Kalo target ini jalan sesuai rencana, efek dominonya lumayan besar: investasi masuk, lapangan kerja bertambah, dan daya beli masyarakat ikut naik.





