‎Bukan Pakai Kebaya, Ini Cara P3IKM Memaknai Hari Kartini!

Zen Seru! Kalau selama ini Hari Kartini identik pakai kebaya atau upload quotes estetik di medsos, di Gorontalo ada yang beda. Paguyuban P3IKM justru ngajak anak muda buat ngulik makna emansipasi dan kesetaraan gender lewat kajian yang relate sama realita sekarang.

Momentum Hari Kartini yang diperingati setiap 21 April kembali dimaknai lebih dalam oleh Paguyuban P3IKM lewat Kajian Rutin bertema “Memaknai Perjuangan Kartini, Emansipasi, dan Kesetaraan”.

Kajian ini digelar di Kelurahan Dulalowo Timur, Kota Tengah, Gorontalo, Selasa (21/04/26), dan jadi ruang diskusi yang nggak cuma serius, tapi juga relevan buat generasi muda zaman sekarang.

Kajian ini menghadirkan Sry Rahayu Kaino, Ketua Bidang Internal Kohati Badko SulutGo, membedah bagaimana nilai perjuangan perempuan tetap hidup di tengah era modern yang serba cepat dan kompetitif.

Dalam wawancara usai kegiatan, Ketua Paguyuban P3IKM, Tri Fastiva Mane, negasin kalo Hari Kartini bukan sekadar seremoni tahunan.

“Kami mengangkat tema ini karena percaya bahwa semangat emansipasi dan kesetaraan yang diperjuangkan Kartini masih sangat relevan. Meski zaman telah berubah, tantangan bagi perempuan untuk tampil berani dan setara akan selalu ada,” jelas Tiva.

Menariknya, Zen Seru! Tiva sendiri adalah ketua perempuan pertama di Paguyuban P3IKM. Artinya, ini jadi bukti kalo perempuan mampu bersaing dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk menjadi leader sebuah organisasi.

Makanya, ia mendorong generasi muda, khususnya perempuan, harus mulai berani ambil ruang, bukan cuma jadi penonton.

“Kartini mengajarkan kita bahwa perempuan memiliki ruang yang sama untuk berkarya dan berprestasi. Pendidikan dan keberanian bermimpi adalah kunci,” tambahnya.

Lewat kajian ini, P3IKM berharap nilai-nilai Kartini nggak berhenti di teori, tapi benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari berani speak up, berkontribusi di masyarakat, sampai membangun kualitas diri.

“Sesuai dengan motto P3IKM: Lrumantungo Ita Motota’i, Lrumodo’o ita motota’i, Ege mo simosi mosi,” pungkasnya.

Jadi, Zen Seru, Kartini masa kini bukan soal siapa yang paling anggun di outfit tradisional, tapi siapa yang paling berani upgrade diri dan kasih bukti bahwa perempuan bisa jadi sesuatu yang luar biasa.

Folow & Simak Podcast Kami di Spotify

Share this news

Related Posts

Siap-siap! KHM Gorontalo Gelar Hilyatul Muslimah Fest 2026

ZEN SERU! Kalian udah tahu, belum? Kalo Komunitas Hilyatul Muslimah (KHM) Gorontalo tengah menyiapkan Hilyatul Muslimah Fest 2026 dijadwalkan berlangsung bulan November mendatang.‎‎ Kalo belum, selamat! Kalian adalah orang pertama…

Share this news

Hadir di Milad SMKN 1 Gorontalo ke-71, Direktur PT Strano Project Apresiasi Kemitraan DUDI!

Zen Seru! Momen spesial lagi menyelimuti keluarga besar SMKN 1 Gorontalo nih. Sekolah hits ini resmi ngerayain puncak milad ke-71 dengan super meriah. Perayaan seru ini sukses digelar pada Senin,…

Share this news