ZEN SERU! Gorontalo lagi bersiap menyambut salah satu event nasional terbesar tahun ini: Pekan Nasional (PENAS) XVII. Ribuan peserta dari berbagai daerah bakal datang, dan aparat keamanan pun nggak mau ambil risiko. Polda Gorontalo udah nyiapin ratusan personel untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, nyaman, dan tetap kondusif.
Dalam konferensi pers, Kapolda Gorontalo, Irjen Pol. Widodo, memastikan pengamanan PENAS XVII sudah masuk tahap persiapan serius. Sebanyak 786 personel diterjunkan untuk mengawal pelaksanaan kegiatan tiga tahun tersebut.
“Pengamanan sudah kami siapkan. Ada sebanyak 786 personel kami siapkan. Ini masih bersifat sementara ya. Karena masih menunggu perkembangan. Siapa yang datang itu juga mempengaruhi jumlah personel,” ujar Irjen Pol. Widodo.
Artinya, Zen Seru, angka itu masih bisa bertambah sewaktu-waktu. Jumlah personel akan disesuaikan dengan perkembangan peserta yang hadir serta jadwal kegiatan yang nantinya sudah benar-benar final.
Kapolda juga menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai instansi, termasuk unsur TNI, untuk membangun sistem pengamanan gabungan selama PENAS berlangsung.
”Kami juga sudah berkoordinasi dengan Danrem dan instansi lain, untuk gabungan pengamanan,” katanya.
Nggak cuma fokus di lokasi utama acara, aparat juga bakal disebar ke berbagai titik strategis. Mulai dari hotel, penginapan, hingga lokasi pemondokan peserta akan mendapat pengamanan khusus. Sementara untuk peserta yang menginap di kawasan perumahan warga, pengawasan akan diperkuat melalui patroli rutin dari jajaran Polres.
“Pengamanan akan kami sebar di pemondokan, penginapan, hotel-hotel itu akan kami lakukan pengamanan. Kecuali yang di perumahan-perumahan itu sudah ada patroli dari Polres,” jelasnya.

(Foto: ilam aliem/Goseru) Apel Gelar Pasukan Pengamanan Penas XVII Tahun 2026 di Provinsi Gorontalo.
Di tengah persiapan PENAS XVII, muncul juga informasi mengenai rencana sejumlah kelompok yang berencana menggelar aksi unjuk rasa saat kegiatan berlangsung. Menanggapi hal itu, Kapolda ngakuin kalo pihaknya memang sudah menerima beberapa surat pemberitahuan aksi.
“Memang pemberitahuan dan permohonan unjuk rasa itu sudah kami terima. Kemarin itu sudah mau empat yang kami terima,” ungkapnya.
Meski begitu, Kapolda mengimbau agar aksi demonstrasi tidak dilakukan di area yang menjadi pusat kegiatan atau lokasi berkumpulnya para kontingen.
”Kami himbau, buat yang mau demo, kalau bisa jangan di lingkungan atau tempat semua kontingen atau lokasi kegiatan berkumpul. Karena masyarakat pun mereka saat ini sedang menikmati momen ini. Jangan sampai mereka bersinggungan dengan para peserta unjuk rasa,” tegas Kapolda.
Namun demikian, Zen Seru, Kapolda Widodo juga negasin kalo hak menyampaikan pendapat di muka umum tetap dihormati. Aparat tidak akan melarang ataupun menghalangi aksi selama dilakukan sesuai aturan dan berlangsung secara tertib.
“Memang unjuk rasa adalah hak semua warga negara. Tetapi dilihat kapan momen, kapan, dan dimana tempatnya,” kata Irjen Pol. Widodo.
Ia juga memastikan seluruh pihak yang terlibat, baik peserta PENAS maupun massa aksi, akan mendapatkan perlindungan keamanan yang sama.
”Kami pastikan kami akan tetap menjaga agar unjuk rasa pun berjalan dengan damai dan aman. Tidak menghalangi atau melarang. Kami juga akan menjaga teman-teman yang akan melakukan unjuk rasa,” tutupnya.





