ZEN SERU! Siapa bilang acara petani cuma soal pamer hasil teknologi pertanian? Faktanya, gelaran Pekan Nasional (PENAS) KTNA XVII Gorontalo justru sedang menjadi “mesin cuan” yang bikin roda ekonomi Gorontalo berputar kencang. Bahkan, dampak ekonominya diprediksi bisa mencapai lebih dari Rp10 miliar selama kegiatan berlangsung.
Angka ini muncul dari perhitungan kasar Haris Tome, Asisten III Setda Kabupaten Gorontalo saat berdialog santai bersama sejumlah awak media, Jum’at (19/06/26).
Berdasarkan aktivitas para peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia, dampak ekonomi mulai terasa sejak peserta PENAS berdatangan ke Gorontalo sejak 17 Juni 2026., kemarin.
Menurut Haris, perputaran uang yang terjadi bukan hanya berasal dari kegiatan utama PENAS, tetapi juga dari sektor pendukung seperti hotel, homestay, kuliner, transportasi hingga belanja oleh para peserta.
“Hanya untuk 468 peserta PENAS yang tinggal di hotel, belum yang tinggal di homestay dan penginapan lainnya. Kalikan saja,” ujar Haris.
”Belum ditambah dengan kuliner dan belanja lain-lain peserta, diperkirakan ekonomi yang berputar dari perhelatan PENAS KTNA XVII di Gorontalo mencapai kurang lebih Rp1 hingga Rp2 miliar per hari,” lanjutnya.
Kalau dihitung selama rangkaian kegiatan berlangsung, angka tersebut diproyeksikan bisa menembus lebih dari Rp10 miliar.
Data sementara yang diterima Pemda Kabgor saja, kata Haris, transaksi dan aktivitas ekonomi yang tercatat sudah mencapai angka yang cukup fantastis.
”Sampai hari ini saja, data yang kami terima bahwa ekonomi yang berputar mencapai angka Rp982 juta per hari. Itu hanya di Kabupaten Gorontalo saja,” tambahnya.
Ini belum termasuk perputaran uang yang terjadi di wilayah lain di Provinsi Gorontalo yang juga menjadi titik kumpul atau tempat tinggal peserta peserta PENAS seperti kota Gorontalo.
Kehadiran ribuan peserta dari seluruh Indonesia secara otomatis mendorong tingkat hunian hotel, homestay dan penginapan meningkat drastis. Warung makan, UMKM lokal, outlet oleh-oleh hingga jasa transportasi pun ikut menikmati efek positif dari event nasional tersebut.
Fenomena ini menunjukkan bahwa PENAS KTNA XVII bukan sekadar ajang silaturahmi petani dan nelayan nasional. Lebih dari itu, acara ini menjadi momentum strategis yang menghadirkan peluang ekonomi nyata bagi masyarakat lokal.
Ini juga membuktikan bahwa PENAS KTNA XVII menjadi katalis ekonomi yang menggerakkan banyak sektor sekaligus. Bukan cuma panen ilmu, tapi juga panen cuan untuk Gorontalo.





