‎Evakuasi Lansia Terlantar ke Rumah Singgah, Walikota: Hati-hati, Lurahnya Saya Copot! ‎‎

ZEN SERU! Walikota Gorontalo Adhan Dambea turun langsung mengevakuasi seorang nenek lansia bernama Hano Ma’ruf, warga Kelurahan Tomolobutao, ke rumah singgah milik Pemkot karena sang nenek hidup terlantar dan nggak mendapat perawatan yang layak dari keluarga.‎‎

Tapi yang paling mencuri perhatian justru peringatan keras Adhan buat para lurah.

‎‎‎”Kalau ada lurah yang membiarkan warganya terlantar, saya copot.” kata Adhan.

‎‎‎Ucapan itu keluar setelah Adhan melihat langsung kondisi lansia, Hano Ma’ruf, saat melakukan rangkaian kunjungan ke sejumlah kelurahan, Selasa (7/7/26).‎‎

Awalnya, Adhan menghadiri peletakan batu pertama pembangunan rumah layak huni untuk lansia Hano Bahu di Kelurahan Dembe I. Setelah itu, ia mampir ke rumah Hasan Habi (71) di Kelurahan Molosipat U, lalu berakhir di rumah Hano Ma’ruf di Tomolobutao.‎‎

Melihat kondisi Hano Ma’ruf yang membutuhkan penanganan lebih serius, Adhan langsung memutuskan buat membawanya ke rumah singgah Pemerintah Kota Gorontalo.‎‎

Menurutnya, di sana Hano bakal mendapat perawatan, pendampingan, sampai pelayanan kesehatan dari tim yang sudah disiapkan pemerintah.‎‎

“Hari ini kami sudah membawa Ibu Hano Ma’ruf ke rumah singgah supaya bisa mendapatkan penanganan dan pelayanan kesehatan yang lebih baik,” kata Adhan.‎‎

Beda cerita dengan Hasan Habi. Meski sama-sama lansia, Hasan masih punya keluarga yang merawatnya. Karena itu, ia tetap tinggal di rumahnya.‎‎

Meski begitu, Adhan ngaku udah ngarahin pemerintah kelurahan supaya bantuan seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sosial lainnya bisa segera difasilitasi. Termasuk kebutuhan makan dan minum sehari-hari.

‎‎”Nggak boleh ada lagi warga lanjut usia yang hidup sendirian tanpa perhatian pemerintah,” tegasnya.‎‎

Makanya, ia langsung menginstruksikan Sekretaris Daerah untuk menggerakkan seluruh lurah mendata lansia yang hidup terlantar di setiap kelurahan. Tujuannya supaya mereka bisa cepat ditangani sebelum kondisinya makin memprihatinkan.‎‎

Kalau ternyata jumlah lansia terlantar di Kota Gorontalo cukup banyak, Adhan bahkan membuka opsi membangun panti jompo dengan anggaran APBD meski itu dinilai melanggar aturan peraturan pemerintah (PP).

‎‎”Kalo saya bangun panti jompo pakai APBD, siapa yang marah? Buat saya, jangan sampai ada rakyat yang terlantar, apalagi sampai nggak makan,” tegasnya.

Folow & Simak Podcast Kami di Spotify

Share this news

Related Posts

‎Tersisa 4 Tahun, Apakah Ambisi Besar Pemda Kota Gorontalo Bersama Bappenas Bakal Tercapai?

OPINI | ZEN SERU, Coba bayangin. Tahun 2030 tinggal hitungan beberapa tahun lagi. Sementara di seluruh dunia, termasuk Indonesia, ada satu target besar yang lagi dikejar bersama: menciptakan pembangunan yang…

Share this news

‎Volume Sampah Kota Gorontalo Meningkat, Wawali Indra Malah Bilang Begini!‎‎

ZEN SERU, Kalo ngomongin SDGs atau Sustainable Development Goals, banyak orang langsung mikir, “Wah, ini pasti bahasan pejabat dan akademisi yang ribet.” Tapi, Wakil Wali Kota Gorontalo Indra Gobel punya…

Share this news

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *