ZEN SERU! Di saat banyak lulusan sekolah dan kuliah masih sibuk kirim CV ke sana-sini, ada kabar yang lumayan bikin semangat dari Kota Gorontalo.
Pemkot Gorontalo baru aja nyalurin bantuan modal usaha buat 66 warga kota Gorontalo. Bukan duit cash, tapi langsung peralatan dan kebutuhan usaha supaya mereka bisa langsung mulai kerja, bukan cuma wacana buka bisnis.
Program ini dijalankan lewat Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM sebagai salah satu cara ngurangin pengangguran di usia produktif. Bantuan simbolisnya diserahin langsung sama Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel, di Loka Latihan Kerja (LLK) UKM Kota Gorontalo, Selasa (7/7/2026).
Jadi, siapa aja yang dapet?
Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Kota Gorontalo, Muttaqin Adam, ada 57 pelaku UMKM yang udah punya usaha dan dapet tambahan alat maupun bahan baku senilai sekitar Rp2 juta sampai lebih dari Rp3 juta per orang.
Isinya beragam. Ada yang jualan kue, buka warung makan, usaha laundry, sampai bengkel.
Sementara 9 penerima lainnya merupakan alumni terbaik LLK UKM kota Gorontalo yang lolos sebagai Tenaga Kerja Mandiri (TKM). Mereka berasal dari bidang usaha kue, warung makan, salon kecantikan, dan tailor (penjahit).
Yang menarik, bantuan yang dikasih bukan amplop berisi uang. Semuanya berbentuk barang yang memang dibutuhin buat usaha. Ada mesin jahit, mesin cuci, kompresor angin, perlengkapan salon modern, alat dan bahan jahit, hingga bahan baku kue.
Artinya, setelah nerima bantuan, mereka tinggal gas mulai usaha.
Muttaqin bilang, langkah ini memang sengaja disiapin supaya anak muda nggak terus bergantung sama lowongan kerja. Target sederhana: biar makin banyak warga yang punya usaha sendiri, makin banyak juga peluang kerja baru yang bisa tercipta.
“Kami pengen memutus rantai pengangguran di usia produktif. Lewat pelatihan dan bantuan peralatan ini, harapannya lahir wirausaha baru yang mampu bersaing dan ikut menggerakkan ekonomi daerah,” kata Muttaqin.
Kalo program seperti ini terus jalan dan penerimanya benar-benar serius ngembangin usahanya, bukan nggak mungkin bakal muncul lebih banyak bisnis lokal baru yang nantinya justru membuka lapangan kerja buat orang lain. Yaaa kan?






