ZEN SERU! Gorontalo yang selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung jagung nasional ini ternyata lagi dipersiapkan jadi salah satu pusat pengembangan industri peternakan terbesar di Indonesia.
Info menarik ini terungkap saat tim Gorontalo Seru mampir ke stand “Kampung Ternak” milik Kementerian Pertanian yang berkolaborasi dengan dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Gorontalo dalam gelaran PENAS KTNA XVII yang berlangsung di Limboto, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (21/06/2026).
Program besar pemerintah pusat ini digadang-gadang bakal membawa dampak besar bagi dunia perkebunan dan peternakan, khususnya di Gorontalo.
Kepada jurnalis Gorontalo Seru, Staf Direktorat Peternakan Hewan Kementerian Pertanian, Raden Jatu, membocorkan beberapa poin terkait agenda hilirisasi yang menjadi salah satu program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto.
“Seperti yang kita tahu bersama bahwa salah satu program Bapak Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto adalah hilirisasi. Kemudian Bapak Menteri Pertanian menginisiasi realisasi ayam terintegrasi,” ungkap Raden Jatu.
Program ini rencananya bakal dijalankan dengan skema yang disebut lima plus satu.
”Kenapa bahasanya 5 plus 1? Karena pengembangannya difokuskan di luar Pulau Jawa. Di Pulau Jawa sudah banyak sentra ayam petelur dan ayam pedaging,” jelasnya.
Sementara satu lokasi, kata Raden, berada di Jawa Timur dan itupun hanya difungsikan sebagai GPS atau Grand Parent Stock.
”Sementara lima provinsi yang menjadi lokasi pengembangan utama berada di luar Jawa, yaitu Sulawesi Selatan, NTB, Kalimantan Timur, Lampung, dan tentunya Gorontalo,” tambahnya.
Nah, Zen Seru! masuknya Gorontalo ke daftar elite ini jelas bukan kebetulan.
Gorontalo selama ini dikenal sebagai salah satu penghasil jagung terbesar di Indonesia. Sementara jagung sendiri merupakan bahan baku utama pembuatan pakan ternak. Jadi, secara logika, Gorontalo memang punya modal yang kuat untuk menjadi pemain besar di sektor peternakan nasional.
Karena alasan itulah, Gorontalo dipilih menjadi salah satu titik penting dalam program ayam terintegrasi nasional. Bahkan, salah satu fasilitas strategis yang bakal dibangun adalah pabrik pakan ternak yang direncanakan berlokasi di Kabupaten Gorontalo Utara.
“Kalau kita bicara Gorontalo, potensinya terkenal dengan sumber jagung. Itu menjadi salah satu pertimbangan. Saat ini sedang dalam tahap persiapan,” kata Raden Jatu.
Yang bikin makin keren, pabrik ini nantinya bukan cuma melayani kebutuhan peternak di Gorontalo saja, tetapi juga luar Gorontalo.
“Ini tidak hanya menyediakan pakan untuk masyarakat peternak Gorontalo, tetapi juga untuk daerah di luar Gorontalo. Nantinya akan menjadi salah satu titik sumber pakan Indonesia bagian timur,” tambahnya.
Kalo proyek ini sukses berjalan sesuai rencana, efeknya tentu nggak main-main. Mulai dari meningkatnya produksi peternakan, munculnya peluang kerja baru, bertambahnya perputaran ekonomi daerah, sampai mengangkat posisi Gorontalo sebagai salah satu pusat industri peternakan strategis di Indonesia Timur.
Dalam kesempatan yang sama, Raden Jatu juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Gorontalo yang telah mendukung penuh pelaksanaan PENAS KTNA XVII tahun ini.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, yang telah memfasilitasi kegiatan PENAS tahun ini,” ujarnya.
Lewat ajang PENAS KTNA XVII, Kementerian Pertanian juga memanfaatkan momentum untuk memperkenalkan berbagai program strategis kepada masyarakat. Mulai dari sektor padi, jagung, hingga peternakan modern yang saat ini sedang didorong pemerintah pusat.
Jadi gimana Zen Seru? Siapa sangka daerah yang selama ini dikenal sebagai lumbung jagung, sekarang mulai dipersiapkan jadi salah satu pusat pakan ternak Indonesia Timur. Kalau semua berjalan sesuai rencana, bukan nggak mungkin Gorontalo bakal naik level dan jadi salah satu pemain penting di industri peternakan nasional.





