ZEN SERU! Pemerintah Kota Gorontalo lagi ngebut bikin pemerataan kualitas pendidikan. Targetnya simpel: nggak ada lagi istilah sekolah favorit atau sekolah buangan. Semua sekolah negeri harus punya kualitas yang sama-sama bagus.
Pesan itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Gorontalo, Husin Ali, saat Sosialisasi Urusan Pemerintahan, Pembangunan, dan Kemasyarakatan 2026 di Kelurahan Leato Utara, Kecamatan Dumbo Raya, Selasa (7/7/2026) malam.
Menurut Husin, kebijakan pendidikan yang lagi dijalankan Walikota Adhan Dambea dan Wakil Walikota Indra Gobel bukan cuma soal bikin angka anak sekolah makin tinggi. Yang lebih penting, setiap sekolah harus naik kelas, baik dari kualitas guru, fasilitas, sampai sistem belajar-mengajarnya.
Karena itu, sistem penerimaan murid baru tahun ini lebih ngarahin siswa buat sekolah di lokasi yang paling dekat sama rumahnya.
”Di sini ada SMP 9. Sekolah itu sudah kita desain jadi sekolah terbaik. Jangan lagi pilih sekolah cuma karena papan namanya. Justru jadikan anak kita bintang di sekolah itu. Sekolah bakal besar karena murid-muridnya berprestasi,” kata Husin.
Menurut dia, ukuran sekolah bagus sekarang nggak boleh lagi dilihat dari cap ‘favorit’ atau bukan.
“Pemerintah saat ini terus berusaha meningkatkan kualitas semua sekolah supaya orang tua tidak perlu berebut masuk ke sekolah tertentu,” lanjutnya.
Selain bikin pemerataan kualitas lebih cepat, sekolah dekat rumah, kata Husin, lebih aman dan gampang diawasi orang tua.
“Kalau sekolah dekat rumah, orang tua lebih mudah memastikan anak benar-benar sampai ke sekolah. Daripada sekolah jauh, tapi ternyata nggak sampai ke sekolah,” ujarnya.
Husin juga minta masyarakat nggak ragu buat nyekolahin anak di sekolah negeri yang ada di wilayah masing-masing. Menurutnya, seluruh sekolah terus dibenahi agar setiap kecamatan nantinya punya sekolah unggulan dengan standar layanan yang setara.
Lewat kebijakan ini, Pemkot Gorontalo pengen menghapus budaya berburu sekolah favorit yang selama ini masih kuat di masyarakat. Harapannya, nanti yang bikin seorang siswa sukses bukan karena nama besar sekolahnya, tapi karena kemampuan, prestasi, dan potensi yang berhasil dia kembangin selama belajar.






