ZEN SERU! Selama ini banyak yang ngelihat kawasan pesisir cuma identik sama kampung nelayan. Tapi beberapa tahun ke depan, wajah Kecamatan Dumbo Raya diproyeksi bakal jauh beda.
Pemerintah Kota Gorontalo lagi ngebut nyiapin Dumbo Raya buat jadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi baru di Kota Gorontalo. Fokusnya nggak cuma bangun jalan atau fasilitas umum, tapi juga bikin kualitas hidup warga pesisir ikut naik.
Hal itu sebagaimana disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Gorontalo, Heru Zulkifli Thalib, saat silaturahmi pemerintah daerah dan sosialisasi pembangunan di Temendao, Kelurahan Leato Utara, Selasa (7/7) malam.
Menurut Heru, pembangunan di Dumbo Raya dirancang nggak sekadar ngejar proyek fisik. Tapi diproyeksikan bakal jadi kawasan ekonomi baru yang membuka peluang ekonomi yang lebih luas buat masyarakat, khususnya nelayan.
“Kami berkomitmen supaya pembangunan di Dumbo Raya berjalan berkelanjutan dan manfaatnya benar-benar dirasain masyarakat,” kata Heru.
Sepanjang tahun anggaran 2025, kata Heru, pemerintah udah ngerjain cukup banyak proyek. Mulai dari bangun fasilitas sanitasi di taman kanak-kanak, pemeliharaan Kantor Camat Dumbo Raya, penguatan tebing Liatus, sampai penyaluran Dana Kelurahan untuk pembangunan lingkungan di enam titik.
Nah, di tahun anggaran 2026, fokusnya bakal bergeser ke kebutuhan yang langsung nyentuh kehidupan warga. Salah satunya penyediaan jaringan air minum di Kelurahan Botu.
Selain itu, Dana Kelurahan juga, lanjut dia, bakal dipakai buat normalisasi dan pembangunan drainase di 14 lokasi, ditambah pemasangan paving block di kawasan permukiman.
Menurut Heru, pembangunan infrastruktur dasar kayak gini memang kelihatannya sederhana. Tapi justru itu yang jadi pondasi supaya kawasan pesisir bisa berkembang lebih cepat, lingkungan makin nyaman, dan aktivitas ekonomi warga makin lancar.
Yang menarik, pembangunan Dumbo Raya ternyata nggak cuma ngandelin dana dari APBD. Pemkot Gorontalo juga berhasil mendatangkan dukungan dari pemerintah pusat lewat APBN.
Buktinya, Kampung Nelayan Merah Putih di Kelurahan Leato Selatan kini udah berdiri dan bahkan beberapa bulan lalu diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Heru bilang, hadirnya program nasional itu bukan sesuatu yang datang begitu aja. Ada proses komunikasi dan pengawalan yang cukup intens dari Pemerintah Kota Gorontalo ke pemerintah pusat supaya Dumbo Raya masuk dalam prioritas pembangunan nasional.
Sekarang seluruh fasilitas di Kampung Nelayan Merah Putih udah siap dipakai masyarakat.
”Kami berharap kawasan tersebut nggak cuma jadi kebanggaan warga Leato Selatan atau Botu, tapi juga berkembang jadi pusat ekonomi baru yang bisa ngasih dampak buat seluruh kawasan pesisir Kota Gorontalo,” pungkasnya.
Kalau semua rencana ini berjalan sesuai target, Dumbo Raya bukan cuma berubah secara fisik. Kawasan pesisir ini juga berpeluang jadi wajah baru pertumbuhan ekonomi Kota Gorontalo dalam beberapa tahun ke depan.






