Kolaborasi Agresif BPJS Ketenagakerjaan dan Muhammadiyah, di Gorontalo

ZEN SERU — Provinsi Gorontalo baru aja dapet predikat keren sebagai daerah dengan capaian perlindungan jaminan sosial tertinggi di wilayah Sulawesi dan Maluku. Tapi, Pemprov Gorontalo nggak mau cepet puas. Soalnya, angka kepesertaan mereka saat ini baru menyentuh kisaran 50 persen.

Nah, buat ngejar sisa 50 persennya lagi menuju target Universal Coverage Jamsostek (UCJ) alias perlindungan total, Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, langsung gerak cepat.

Nggak tanggung-tanggung, Pemprov dan BPJS Ketenagakerjaan langsung menggandeng salah satu jaringan organisasi keagamaan terbesar, yaitu Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Gorontalo.

Lewat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang digelar di Aula FK Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) hari Selasa kemarin, ribuan ekosistem Muhammadiyah bakal langsung disuntik perlindungan ketenagakerjaan.

Langkah taktis ini dinilai bakal jadi “mesin pendorong” utama buat mendongkrak angka kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Gorontalo secara masif.

Gubernur Gusnar Ismail negasin kalo jaminan sosial itu udah jadi kebutuhan mendasar yang wajib dipunya sama semua pekerja, tanpa terkecuali.

“Tidak ada alasan lagi buat pekerja untuk tidak punya perlindungan. Ini bukan cuma memberikan rasa aman buat pekerjanya, tapi juga buat keluarga mereka di rumah,” ujar Gusnar.

Strategi dengan merangkul basis massa Muhammadiyah ini dinilai super cerdas. Soalnya, kerja sama ini nggak cuma nyasar sektor formal kaya dosen, guru, dan tenaga kesehatan di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) aja. Tapi juga langsung tembus ke sektor informal (Bukan Penerima Upah) yang jumlah massanya dapet dibilang raksasa, mulai dari petani, nelayan, pelaku UMKM, marbot masjid, sampe para mubalig

Apalagi, pemerintah lagi baik banget nih nyediain kebijakan potongan iuran khusus pekerja informal sampe Desember 2026 nanti. Bayangin aja, cuma modal Rp8.400 doang per bulan, mereka udah bisa dapet perlindungan dasar Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) dengan santunan total sampe Rp42 juta!

Ketua PWM Gorontalo, Sabara Karim Ngou, juga nyambut baik kolaborasi ini.

Menurutnya, momen ini pas banget buat naikin literasi masyarakat soal pentingnya jaminan sosial. Apalagi, Ketua PP Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, yang ikut nyaksiin MoU ini juga ngasih lampu hijau.

“Muhammadiyah memang harus bertransformasi jadi organisasi yang adaptif dengan perkembangan zaman, termasuk dalam urusan menjamin kesejahteraan jamaahnya,” kata Muhajir.

Lewat kolaborasi maksi ini, jalan Gorontalo buat jadi provinsi pertama di Sulawesi yang dapet 100% Universal Coverage kayanya tinggal nunggu waktu aja, nih.

Folow & Simak Podcast Kami di Spotify

Share this news

Related Posts

Matangkan Persiapan, Pemkot Gelar Gladi Bersih Upacara Bendera 17 Agustus

ZEN SERU! Pemerintah Kota Gorontalo Memastikan upacara Bendera dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke- 81, pada 17 Agustus 2026 mendatang, sudah siap digelar. ‎Kepastian itu didapat setelah jajaran Pemkot Gorontalo…

Share this news

MALAM PUNCAK MEGAH! Gala Dinner UTC Damhil by Prasanthi Resmi Buka Babak Baru!

Zen Seru! Suasana Grand Ballroom Hotel UTC Damhil by Prasanthi tampak begitu meriah pada Rabu malam. Acara Gala Dinner yang dimulai pukul 20.00 WITA itu menjadi penanda resmi beroperasinya kembali…

Share this news