ZEN SERU, Kalo ngomongin SDGs atau Sustainable Development Goals, banyak orang langsung mikir, “Wah, ini pasti bahasan pejabat dan akademisi yang ribet.” Tapi, Wakil Wali Kota Gorontalo Indra Gobel punya sudut pandang yang beda.
Saat membuka secara resmi Workshop Penguatan Kapasitas Pemangku Kepentingan SDGs yang digelar di Hotel Aston Gorontalo, Kamis (16/7), Wawali Indra justru ngingetin kalo pembangunan kota nggak bakal jalan kalo cuma dibahas di ruang rapat.
Menurut dia, orang-orang yang tiap hari berkutat di lapangan, seharusnya ikut didengerin pandangan dan pendapatnya. Soalnya, mereka yang paling paham soal kondisi sebenarnya.
“Akademisi penting buat ngasih teori, tapi orang lapangan yang tahu masalah teknisnya,” kurang lebih begitu pesan yang pengen disampaikan Wawali.
Contoh yang diambil Indra soal sampah yang makin banyak di Kota Gorontalo. Tapi, dia nggak melihat itu sepenuhnya sebagai kabar buruk. Buatnya, volume sampah yang naik juga nunjukkin kalo aktivitas ekonomi masyarakat lagi bertumbuh.
“Nah, dalam masalah ini, kita nggak bisa cuma duduk dibalik meja, lalu hanya bicara teori. Seharusnya dilibatkan para petugas lapangan kebersihan dan pemulung. Mereka yang paling tahu kondisi di lapangan,” katanya.
Makanya, tantangan berikutnya,kata Indra adalah gimana caranya bikin Gorontalo tetap nyaman ditinggali di tengah aktivitas yang makin sibuk dengan volume sampah yang kian membludak.
Sebagai satu-satunya kota yang jadi pusat pemerintahan dan perdagangan di Provinsi Gorontalo, Indra pengen Gorontalo bisa tampil sebagai “etalase” daerah. Nggak cuma buat warga lokal, tapi juga buat pebisnis, pekerja, sampai wisatawan yang datang.
“Kita bikin kota Gorontalo jadi kota yang aman, bersih, layak huni, dan punya ekosistem sosial ekonomi yang sehat,” katanya.
FYI, workshop ini berlangsung selama dua hari, 16-17 Juli 2026, dan jadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Gorontalo buat ngejar 17 target pembangunan berkelanjutan atau SDGs.





