ZEN SERU! Di tengah padatnya agenda para petani dan nelayan dari seluruh Indonesia yang berkumpul dalam PENAS KTNA XVII di Gorontalo, ada satu spot yang ramai dikunjungi pengunjung.
Bukan panggung hiburan, bukan juga area pameran teknologi, melainkan lapak kuliner milik Yusman, pedagang asal Kendari yang sukses mengubah aroma tomyam dan steamboat menjadi ladang cuan.
Sejak sore hingga larut malam, antrean di depan gerobaknya nyaris tak pernah putus. Fenomena ini jadi bukti kalau event nasional bukan cuma tempat berbagi ilmu, tapi juga mesin penggerak ekonomi bagi pelaku UMKM.
Datang menyeberang dari Kendari, Sulawesi Tenggara, Yusman melihat PENAS KTNA XVII sebagai peluang yang sayang untuk dilewatkan. Sejak 17 Juni 2026, ia sudah lebih dulu tiba di Gorontalo untuk menyiapkan segala kebutuhan usahanya.
“Sudah dari tanggal 17 Juni di sini,” ungkap Yusman saat ditemui di lokasi usahanya.
Menu yang dibawanya pun bukan menu biasa. Yusman memilih menyajikan kuliner yang sedang lagi naik daun di kalangan anak muda, mulai dari Suki Tomyam Korea, Steamboat Saus Thailand, hingga aneka sate bakso dengan berbagai varian seperti sapi, ayam, salmon, dan kepiting.
Pilihan menu yang kekinian ternyata menjadi senjata ampuh. Di tengah ribuan peserta dan pengunjung yang memadati kawasan PENAS KTNA XVII, lapak Yusman menjelma menjadi salah satu destinasi kuliner favorit.
Pantauan tim Goseru di lokasi pada Senin malam (22/6) sekitar pukul 22.00 Wita menunjukkan antrean pembeli masih terus berdatangan. Beberapa pengunjung bahkan rela antri menunggu giliran dilayani. Saat ditanya soal omzet yang berhasil dikantongi selama berjualan di area PENAS KTNA XVII, Yusman memilih tetap rendah hati.
”Pokoknya cukup lah, Alhamdulillah,” ujarnya sambil tersenyum.
Meski tidak bersedia mengungkap angka pasti, ramainya pengunjung yang terus berdatangan hingga malam hari seolah sudah menjawab semuanya. Antrean panjang yang terjadi hampir setiap hari menjadi gambaran bagaimana perputaran uang selama penyelenggaraan PENAS KTNA XVII berlangsung begitu besar.
Kehadiran Yusman juga menjadi bukti bahwa sebuah event nasional mampu menghadirkan multiplier effect yang nyata. Tidak hanya menguntungkan UMKM lokal, tetapi juga membuka pintu rezeki bagi pelaku UMKM dari daerah lain.






