‎Lurah Dicopot Gegara Lansia Tinggal di Rumah Reot

‎‎ZEN SERU! Oma Hano Bahu, lansia yang tinggal di Kelurahan Dembe I, Kecamatan Kota Barat, didapati Walikota Adhan Dambea, hidup di sebuah gubuk yang jauh dari kata layak. Bahkan saat dikunjungi orang nomor satu di kota Gorontalo tersebut, Oma Hano belum makan selama hampir dua hari.‎‎

Begitu mengetahui kondisi itu, Walikota Gorontalo Adhan Dambea nggak cuma datang melihat. Ia langsung membangunkan rumah baru buat Oma Hano. Peletakan batu pertama digelar pada Selasa (7/7/26) pagi.‎‎

Bukan cuma itu. Sehari sebelumnya dikabarkan Adhan mengambil keputusan menonaktifkan Lurah Dembe I karena dinilai lalai memantau dan memastikan kondisi warganya, khususnya lansia yang hidup dalam keterbatasan.‎‎

Menurut Adhan, kasus Oma Hano seharusnya nggak pernah terjadi kalau aparat di tingkat kelurahan benar-benar aktif turun ke lapangan.‎‎‎

“Saya berharap kejadian ini cuma terjadi di Kelurahan Dembe I dan nggak ada lagi di kelurahan lain. Lurah harus turun langsung lihat kondisi masyarakatnya, bukan pangku kaki gaya-gayaan,” tegas Adhan.

‎‎‎Buat Adhan, jadi pemimpin bukan sekadar duduk di balik meja atau menikmati jabatan. Ketika masih ada warga yang kelaparan atau tinggal di rumah nggak layak, itu berarti ada tugas yang belum dijalankan.

‎‎‎”Bukan sekadar menikmati jabatan. Pemimpin harus menjalankan tanggung jawabnya. Kalau ada warga, apalagi lansia, yang kelaparan dan tinggal di rumah nggak layak, itu tanggung jawab kita,” katanya.

‎‎‎Kasus Oma Hano kini dijadikan momentum evaluasi oleh Pemerintah Kota Gorontalo. Adhan ngaku udah ngasih instruksi ke seluruh lurah supaya lebih rajin turun ke lingkungan warga, terutama buat nyari dan mendata lansia yang hidup sendirian atau dalam kondisi memprihatinkan.‎‎

“Jangan sampai masih ada Oma Hano lain yang luput dari perhatian pemerintah. Kalo ada, lurahnya saya copot!” tegas Adhan.

‎‎Pemkot Gorontalo juga bakal memperkuat pendataan sekaligus mempercepat penanganan lansia terlantar agar mereka bisa mendapat tempat tinggal yang layak dan kebutuhan hidup sehari-hari tetap terpenuhi.‎‎

Singkatnya, satu kasus ini bukan cuma berujung pada pembangunan rumah baru, tapi juga jadi alarm keras buat seluruh aparat kelurahan supaya lebih peka terhadap kondisi warganya.‎‎

Folow & Simak Podcast Kami di Spotify

Share this news

Related Posts

‎Tersisa 4 Tahun, Apakah Ambisi Besar Pemda Kota Gorontalo Bersama Bappenas Bakal Tercapai?

OPINI | ZEN SERU, Coba bayangin. Tahun 2030 tinggal hitungan beberapa tahun lagi. Sementara di seluruh dunia, termasuk Indonesia, ada satu target besar yang lagi dikejar bersama: menciptakan pembangunan yang…

Share this news

‎Volume Sampah Kota Gorontalo Meningkat, Wawali Indra Malah Bilang Begini!‎‎

ZEN SERU, Kalo ngomongin SDGs atau Sustainable Development Goals, banyak orang langsung mikir, “Wah, ini pasti bahasan pejabat dan akademisi yang ribet.” Tapi, Wakil Wali Kota Gorontalo Indra Gobel punya…

Share this news

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *