ZEN SERU! Gelaran Pekan Nasional (PENAS) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke-16 sukses membawa dampak luar biasa. Event besar ini berhasil mendongkrak roda perekonomian Gorontalo secara signifikan.
Nggak main-main, uang yang berputar selama pelaksanaan PENAS dikisar tembus Rp20,52 miliar. Angka itu baru dihitung dari tiga sektor, yaitu penginapan, konsumsi peserta, dan transportasi lokal.
Kabar baik ini disampaikan Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, saat konferensi pers pasca-PENAS di Aula Rumah Dinas Gubernur, Sabtu malam (28/6/2026).
Dari ketiganya, sektor yang paling banyak menikmati berkah PENAS adalah hotel, penginapan, homestay, rumah kost hingga pemondokan, dengan nilai ekonomi mencapai sekitar Rp15 miliar atau sekitar 73,1 persen dari total perputaran uang.
“Nilai dari sektor hunian seperti hotel, penginapan, homestay, pemondokan hingga hunian kost, nilai kemanfaatan mencapai sekitar Rp15 miliar,” kata Gusnar.
Nggak cuma tempat tinggal, konsumsi peserta juga ikut sumbang nilai kemanfaatan yang nggak kalah gede. Dari sektor ini, nilai transaksi mencapai sekitar Rp4,87 miliar atau sekitar 23,7 persen dari total manfaat ekonomi.
“Sementara itu, transportasi lokal seperti bentor juga ikut merasakan dampaknya. Nilai kemanfaatan di sektor ini mencapai sekitar Rp650 juta, atau sekitar 3,2 persen dari total nilai ekonomi PENAS,” ungkap Gubernur.
Gusnar bilang, angka tersebut baru berasal dari tiga sektor yang sudah berhasil dihitung. Artinya, masih ada potensi manfaat ekonomi lain yang belum masuk dalam perhitungan, mulai dari sektor UMKM, perdagangan hingga jasa lainnya yang ikut bergerak selama ribuan peserta PENAS berada di Gorontalo.
Singkatnya, event nasional tiga tahunan ini sukses menjadi mesin penggerak ekonomi daerah, karena mampu menghadirkan ribuan tamu yang membelanjakan uangnya di berbagai sektor usaha masyarakat Gorontalo.
Dengan capaian tersebut, PENAS KTNA 2026 menjadi salah satu event nasional yang memberi efek ekonomi nyata bagi masyarakat.






