ZEN SERU! Di ajang Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan XVII yang digelar di Limboto, Kabupaten Gorontalo, Senin (22/6/2026), Wakil Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong), Dony Lumenta, mengaku menemukan sederet ide segar yang berpotensi mengubah masa depan sektor perikanan di daerahnya.
Didampingi jajaran Pemerintah Kabupaten Bolmong, staf khusus Bupati, pengurus KTNA, hingga sejumlah anggota DPRD Bolmong, Dony terlihat serius menyimak materi yang dipaparkan di stand Balai Riset Kementerian Pertanian dan Perikanan yang ada di pameran teknologi, PENAS KTNA XVII.
“Kami menghadiri kegiatan ini bersama seluruh jajaran, staf khusus Bupati, Ketua KTNA dan jajarannya serta sejumlah anggota DPRD Bolmong. Kami sudah kurang lebih tiga hari berada di sini, dan hari ini banyak hal yang telah kami dapatkan,” ujar Dony dalam wawancara usai mengunjungi stand pameran.
Salah satu topik yang paling mencuri perhatiannya adalah teknologi Bioflok, sistem budidaya ikan modern yang dikenal lebih efisien, hemat lahan, dan mampu meningkatkan produktivitas petani ikan air tawar.
Menurut Dony, sektor perikanan air tawar menjadi salah satu fokus yang ingin terus dikembangkan Pemerintah Kabupaten Bolmong. Karena itu, kesempatan belajar langsung dari para peneliti dan praktisi di PENAS KTNA dianggap sangat berharga.
Ia menjelaskan bahwa pemda Bolmong sebenarnya sudah memiliki rencana untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat di sektor budidaya ikan. Namun, pihaknya masih terus mencari metode dan pola pelaksanaan yang paling tepat agar program tersebut benar-benar efektif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
”Kami memang sudah ada ancang-ancang untuk melakukan upaya pemberdayaan budidaya ikan seperti ini. Pemda Bolmong selalu memotivasi masyarakat yang bergerak di bidang perikanan, khususnya ikan air tawar. Kami mengintervensi mereka dengan mencari cara pelaksanaannya bagaimana,” jelasnya.
Bagi Dony, materi yang diperoleh dari para narasumber di stand Balai Riset menjadi bekal penting untuk mewujudkan target tersebut. Ia mengaku mendapatkan banyak wawasan baru, mulai dari teknik budidaya modern hingga strategi pemberdayaan kelompok perikanan yang berkelanjutan.
“Dengan kehadiran kami di sini tentunya kami mendapatkan pencerahan dan ilmu yang penting untuk pelaksanaan apa yang menjadi target kami. Materi yang kami terima sangat terperinci. Kami bersyukur dan berbangga karena bisa hadir di sini dan mendapatkan banyak hal positif yang nantinya bisa kami kembangkan di daerah kami,” katanya.
Dony juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Gorontalo yang dinilai sukses menjadi tuan rumah sekaligus memfasilitasi seluruh agenda PENAS KTNA XVII.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Gorontalo yang sudah memfasilitasi seluruh agenda kegiatan PENAS kali ini. Kami berharap kegiatan seperti ini juga bisa dilaksanakan di daerah kami, Sulawesi Utara,” tuturnya.






