‎Bikin Bangga Gorontalo! Sanggar Hulondhalangi Borong Juara Utama di Ksatria Fest 2026‎‎

ZEN SERU! Sanggar Hulondhalangi baru aja bikin gebrakan di panggung nasional. Sanggar seni yang berpusat di Kota Gorontalo yang konsisten di jalur tari dan musik sejak 2019 ini, sukses keluar sebagai juara utama (The Winner) di ajang bergengsi Ksatria Fest 3.0 Tahun 2026 yang digelar di Jakarta.‎‎

Cuma modal ngirim 5 personel terbaiknya buat tempur di ibu kota, mereka langsung borong piala dan ngebuktiin kalo karya anak daerah punya taji yang kuat di level nasional.‎‎

Apa Sih Ksatria Fest Itu?‎‎

Buat yang belum tahu, Ksatria Fest 3.0 adalah festival dan kompetisi tari Tradipop (Tradisional Populer) yang diinisiasi oleh kelompok tari Swargaloka yang berpusat di Jakarta. ‎‎

Konsep Tradipop sendiri merupakan kawin silang antara gerakan tari tradisional dengan sentuhan musik dan gaya modern.‎‎

Perjuangan Berdarah-darah Menuju Puncak

‎‎Perjalanan Sanggar Hulondhalangi sampai bisa megang piala juara itu nggak segampang membalikkan telapak tangan. Mereka harus survive bersaing dengan lebih dari 100 peserta dari berbagai provinsi di Indonesia sejak babak seleksi video.‎‎

“Setelah lolos jadi 15 semifinalis, tim langsung terbang ke Jakarta. Di sana kami tampil konsisten sampai tembus 10 besar, lalu sukses lewatin tantangan musik dari panitia buat lanjut ke 5 besar,” buka Samsul Bahri Yahya, Ketua Sanggar Hulondhalangi, dalam wawancara, Minggu (5/7/2026).‎‎

Langkah mereka juga diuji lagi lewat sesi tanya jawab kritis dari dewan juri sebelum akhirnya mengunci posisi di babak 2 besar.

“Di laga final, karya tari utama kami yang berjudul “Moambuwa” sukses menghipnotis dewan juri dan mengantarkan kami ke podium pertama,” lanjut Samsul Bahri.‎‎

Borong Piala di Lima Kategori Sekaligus

‎‎Pulang dari Jakarta, Sanggar Hulondhalangi nggak cuma bawa satu piala. Mereka sukses menyapu bersih kemenangan di lima kategori sekaligus:‎‎

  • Kategori Laskar Kesatria (Grup): Juara 1 lewat karya epik “Moambuwa”.
  • Kategori Garda Kesatria (Duet): Juara 3 lewat karya “Polahi” dengan aransemen musik baru.
  • Kategori Wira Kesatria (Solo): Juara 5 lewat karya “Ubuwa Bajo” yang juga dibalut musik kekinian.‎‎
  • Penata tari terbaik.
  • Penata musik terbaik.

Mandiri Tapi Tetap Berprestasi

‎‎Satu hal yang bikin salut, mereka sempat menghadapi kendala besar di urusan biaya operasional yang harus ditanggung secara mandiri. Tapi berkat kerja keras tim, patungan kas sanggar, dan sokongan dari sponsor, masalah finansial itu berhasil mereka atasi.‎‎

Bagi Samsul, ikut ajang ini bukan cuma perkara ngejar piala, tapi juga soal komitmen menjaga dan mengenalkan kekayaan budaya Gorontalo ke kancah Nasional.‎‎

“Kami berharap Sanggar Hulondhalangi bisa terus berkembang, konsisten, dan melahirkan karya-karya yang jauh lebih baik ke depannya,” tutur Samsul Bahri.

‎‎Ia juga menitipkan pesan mendalam buat anak muda biar nggak gengsi merawat seni tari sebagai identitas daerah. ‎‎

“Anak muda harus berani bawa budaya daerah ke ranah yang lebih luas lewat semangat inovasi dan kreativitas,” pungkas Samsul.

Folow & Simak Podcast Kami di Spotify

Share this news

Related Posts

‎Tersisa 4 Tahun, Apakah Ambisi Besar Pemda Kota Gorontalo Bersama Bappenas Bakal Tercapai?

OPINI | ZEN SERU, Coba bayangin. Tahun 2030 tinggal hitungan beberapa tahun lagi. Sementara di seluruh dunia, termasuk Indonesia, ada satu target besar yang lagi dikejar bersama: menciptakan pembangunan yang…

Share this news

‎Rachmat Gobel Wafat Mendadak, Gorontalo Kehilangan Sosok Bapak Pembangunan

‎‎ZEN SERU! Kabar duka datang dari Gorontalo. Anggota DPR RI sekaligus pemilik Gobel Group, Rachmat Gobel, meninggal dunia pada Jumat (10/7/2026) pukul 03.20 WIB di RS Brawijaya, Tebet, Jakarta Selatan.…

Share this news