Zen Seru! Hari Senin kemarin bener-bener di luar nalar karena empat match Piala Dunia semuanya berakhir seri. Spanyol ditahan imbang sama Tanjung Verde, terus Belgia sama Mesir juga sama kuat. Sementara itu, Arab Saudi berbagi angka lawan Uruguay. Ditambah lagi, Iran bareng Selandia Baru main dramatis banget sampai skornya jadi dua-dua. Alhasil, rekor tahun 1958 pecah lagi setelah sekian lama.
Gokilnya lagi, turnamen kali ini udah ngasilin delapan kali seri dari total 16 pertandingan awal. Padahal, sejarah mencatat rekor tertinggi sebelumnya cuma mentok di angka tujuh doang. Banyak yang nebak format baru 48 tim ini jadi pemicu utamanya. Soalnya, cuma 16 tim aja yang bakal angkat koper dari babak grup. Makanya, tekanan di match pertama gak seberat dulu.
Bahkan, timnas bisa lolos ke babak 32 besar modal tiga poin hasil tiga kali seri. Lagipula, statistik bilang dapet tiga poin dengan selisih gol minus satu peluang lolosnya 87,5 persen. Tapi, kalau selisih golnya minus tiga, peluangnya langsung anjlok drastis ke 47,3 persen aja. Intinya, yang penting amankan poin dulu biar aman.
Cuaca Panas Jadi Penyebab?
Di sisi lain, tim-tim Eropa lagi dibilang gak konsisten dan loyo banget. Bayangin aja, cuma Jerman, Skotlandia, sama Swedia yang bisa dapet poin penuh di laga pembuka. Padahal secara peringkat, negara Eropa tuh jauh lebih diunggulkan ketimbang lawan mereka. Jadi, apakah cuaca panas di Amerika Utara beneran bikin mereka kena mental?
Contohnya pas Belgia ditahan Mesir di Seattle waktu siang bolong pas suhu di atas 30 derajat. Tapi, bos Belgia Rudi Garcia gamau nyari alasan dan bilang: “Whether it is 10 degrees or 30 degrees, we should have done better.” Dia cuma mengeluhkan kondisi lapangan yang kering banget. Akibatnya, aliran bola jadi seret gara-gara rumputnya kurang disiram.
Dilansir BBC News bukan cuma Eropa, tim Amerika Selatan kayak Brasil sama Uruguay juga ikutan lemes dan gagal menang. Malahan, tim Asia sama Afrika justru tampil epic dan belum terkalahkan sama sekali. Mantan pemain Uruguay, Gus Poyet, sampai ikutan kecewa berat sama performa Brasil. Dia bilang di BBC One: “I’m disappointed [with Brazil].”
Tapi tenang aja, untungnya perjalanan mereka di Piala Dunia ini masih panjang. Masih ada dua laga sisa di fase grup buat berbenah. Jadi, kesempatan buat lolos ke babak knockout masih terbuka lebar buat semuanya.





